Kuingin menjadi setetes embun dimusim kemarau, yang sejukkan dan menyegarkan di setiap hati insan
❧ about me
❧ blogposts
❧ arch i ve & l i nks
GOOGLE TRANSLATOR
|
Dipenghujung tahun Hijriah ini aku cuma mampu berkontemplasi, merefleksi diri, menyesali masa silam yang kelam temaram, merenung cita-cita yang kandas, rencana yang buyar mimpi-mimpi nan kosong, janji yang tak terpenuhi. Geram...aku penuh sesal Kesal, sebal. Cemberut. Merengut
Oh, setahun, waktuku begitu tersia sia. Sudah berbuat apa saja aku ini? Sudah ada perbaikan atau perubahankah? Sungguh merugi aku ini. Masa yang begitu berharga.. terbang lenyap, tanpa menyisakan apapun, rasa tak bermakna. Hampa.
Jangankan aku hendak ber-euforia Apalagi beretorika, bermetafora Malu pada diri pada Tuhanku, Al-Khalik.
Air mata? Habis. Tak tersisa. Tak guna.
Sejenak aku terdiam..lalu menenggak keatas langit kelam kutatap pada kerlip sang gemintang, seakan pantul cayanya berbisik: ' Hey..Jangan biarkan dirimu larut dikubangan sesal gagalmu' ' Jadikan ia sejarah dan hikmah masa lalumu' ' BerHijrahlah, cerialah, bangunlah untuk esok. ' Masih ada hari esok'
Aku mengangguk dan setuju. Aku percaya ada hari esok. Ada secercah harapan Kendati penuh misteri. Namun kutetap berharap. Kalau esok ada mentari, menguak awan muram, nan kelabu dan sendu lalu ada langit biru, ada burung berkidung.
"Selamat Tahun Baru Hijriyah 1432 H"
Labels: Setetes Embun - Kalbu

- Name: Sri Lestari
- Location: Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
Memiliki kreativitas tinggi
Humoris
Mudah beradaptasi
Peka terhadap lingkungan sekitar
Murah hati dan bersedia membantu orang lain
Itu kata Character specialist trough signature
View my complete profile
Dipenghujung tahun Hijriah ini aku cuma mampu berkontemplasi, merefleksi diri, menyesali masa silam yang kelam temaram, merenung cita-cita yang kandas, rencana yang buyar mimpi-mimpi nan kosong, janji yang tak terpenuhi. Geram...aku penuh sesal Kesal, sebal. Cemberut. Merengut
Oh, setahun, waktuku begitu tersia sia. Sudah berbuat apa saja aku ini? Sudah ada perbaikan atau perubahankah? Sungguh merugi aku ini. Masa yang begitu berharga.. terbang lenyap, tanpa menyisakan apapun, rasa tak bermakna. Hampa.
Jangankan aku hendak ber-euforia Apalagi beretorika, bermetafora Malu pada diri pada Tuhanku, Al-Khalik.
Air mata? Habis. Tak tersisa. Tak guna.
Sejenak aku terdiam..lalu menenggak keatas langit kelam kutatap pada kerlip sang gemintang, seakan pantul cayanya berbisik: ' Hey..Jangan biarkan dirimu larut dikubangan sesal gagalmu' ' Jadikan ia sejarah dan hikmah masa lalumu' ' BerHijrahlah, cerialah, bangunlah untuk esok. ' Masih ada hari esok'
Aku mengangguk dan setuju. Aku percaya ada hari esok. Ada secercah harapan Kendati penuh misteri. Namun kutetap berharap. Kalau esok ada mentari, menguak awan muram, nan kelabu dan sendu lalu ada langit biru, ada burung berkidung.
"Selamat Tahun Baru Hijriyah 1432 H"
Labels: Setetes Embun - Kalbu
|
|