Kuingin menjadi setetes embun dimusim kemarau, yang sejukkan dan menyegarkan di setiap hati insan

Kuingin menjadi setetes embun dimusim kemarau, yang sejukkan dan menyegarkan di setiap hati insan


GOOGLE TRANSLATOR

English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x


free counters




Refleksi - 'Selamat Tahun Baru 1432H'
Posted on Monday, December 6, 2010 at 10:49 AM

Dipenghujung tahun Hijriah ini aku cuma mampu berkontemplasi,
merefleksi diri, menyesali masa silam yang kelam temaram,
merenung cita-cita yang kandas, rencana yang buyar
mimpi-mimpi nan kosong, janji yang tak terpenuhi.
Geram...aku penuh sesal
Kesal, sebal.
Cemberut.
Merengut


Oh, setahun, waktuku begitu tersia sia.
Sudah berbuat apa saja aku ini?
Sudah ada perbaikan atau perubahankah?
Sungguh merugi aku ini.
Masa yang begitu berharga.. terbang lenyap,
tanpa menyisakan apapun,
rasa tak bermakna.
Hampa.

Jangankan aku hendak ber-euforia
Apalagi beretorika, bermetafora
Malu pada diri
pada Tuhanku,
Al-Khalik.

Air mata? Habis. Tak tersisa. Tak guna.

Sejenak aku terdiam..lalu menenggak keatas langit kelam
kutatap pada kerlip sang gemintang, seakan pantul cayanya
berbisik:
' Hey..Jangan biarkan dirimu larut dikubangan sesal gagalmu'
' Jadikan ia sejarah dan hikmah masa lalumu'
' BerHijrahlah, cerialah, bangunlah untuk esok.
' Masih ada hari esok'

Aku mengangguk dan setuju.
Aku percaya ada hari esok.
Ada secercah harapan
Kendati penuh misteri.
Namun kutetap berharap.
Kalau esok ada mentari,
menguak awan muram,
nan kelabu dan sendu
lalu ada langit biru,
ada burung berkidung.

"Selamat Tahun Baru Hijriyah 1432 H"

Labels: